| |

Feeding Time

Hari ini Kamis, 8 Oktober 2020, anak-anak KB A dari KB Kristen Petra 13 belajar mengenal binatang peliharaan. Sesuai dengan materi yang diajarkan dalam minggu ini, anak-anak dikenalkan macam-macam binatang peliharaan dan cara menjaga serta merawat binatang peliharaan yang ada di rumah mereka. Selain itu, anak-anak juga belajar mengenal ciptaan Tuhan.

IMG-20201019-WA0011.jpgIMG-20201019-WA0016.jpgIMG-20201019-WA0009.jpgIMG-20201019-WA0010.jpg

Setelah belajar bersama guru secara online, anak-anak KB A diminta untuk memberi makan binatang peliharaan yang ada di rumah. Bagi anak-anak yang mempunyai hewan peliharaan, mereka dapat melakukannya secara langsung dengan gembira. Mereka sangat menyayangi binatang peliharannya dengan cara merawat dan memberi makan. Ada yang memberi makan ikan, anjing, hamster dan binatang peliharaan lainnya.

Kegiatan ini sangat bermanfaat karena mengajarkan anak-anak untuk menyayangi binatang sebagai makhluk ciptaan Tuhan dan juga tanggung jawab dalam memelihara binatang.

Hewan peliharaannya dirawat dengan baik ya, anak-anak!

 

I Know Farm Animals

Old MacDonald had a farm ee-i-ee-i-o
And on that farm he had some cows ee-i-ee-i-o
With a moo-moo here
With a moo-moo there
Here a moo, there a moo
Everywhere a moo-moo
Old MacDonald had a farm ee-i-ee-i-o

Hari Rabu, 21 Oktober 2020 yang lalu, kami Kelompok A dan B dari TK Kristen Petra 13 belajar mengenal binatang ternak. Ibu guru mengajak kami menyanyikan lagu Old MacDonald dengan gembira. Setelah itu, ibu guru menjelaskan dan mengenalkan berbagai macam binatang ternak melalui gambar dan tayangan video yang kami saksikan lewat layar zoom. Karena sekarang masih dalam masa pandemi, kami mengikuti kegiatan sekolah dari rumah secara online. Walaupun hanya melalui layar, kami tetap dapat saling bertegur sapa satu dengan guru dan teman-teman. Kami dapat melihat hal baru yang disajikan dengan menarik oleh guru, supaya kami tetap bersemangat mengikuti kegiatan pembelajaran dari rumah.

Salah satu contohnya, anak-anak TK B membuat kandang sapi dengan menggunakan alat dan bahan yang sederhana seperti styrofoam, tusuk gigi, dan berbagai macam gambar misalnya sapi dan gembala sapi. Oh iya, alat dan bahannya kami dapat dari sekolah lho, jadi kami hanya merangkai saja sesuai dengan kreativitas kami. Cara pembuatannya juga sangat mudah. Pertama, tusuk gigi kami gunakan sebagai pagar dan ditancapkan pada styrofoam yang berfungsi sebagai pembatas area peternakan. Kedua, gambar gembala dan sapi, kami letakkan di dalam peternakan. Ternyata mudah dan hasilnya pun bagus sekali! Kami suka sekali kegiatan ini…!

Sedangkan anak-anak A belajar mengenal hewan ternak ayam, mulai dari cara memelihara, menjaga, merawat, serta mengenal produk yang dihasilkan. Setelah itu, kami mengenal bagian-bagian ayam sambil berkreasi membuat bentuk anak ayam dengan menggunakan kertas asturo. Bahan-bahannya juga kami dapat dari sekolah dan kami hanya menempel bentuk badan, jengger, sayap, dan kaki ayam. Hasilnya bagus ya, lucu…!!! Tidak hanya itu, kami pun belajar mengupas telur ayam kemudian dapat kami nikmati saat makan sehat bersama ketika jam istirahat. Hmm, yummy..!

Melalui kegiatan ini, kami belajar bagaimana peternak menjaga dan merawat hewan ternaknya agar tetap sehat dan dapat menghasilkan produk yang berkualitas sehingga dapat dinikmati oleh kita semua.

Terima kasih ya, para gembala dan juga peternak. Berkat jasa Bapak/Ibu, kami tetap dapat minum susu yang segar, makan telur dan daging yang enak serta sangat bermanfaat bagi kesehatan kami. Terima kasih Tuhan untuk ciptaan Tuhan yang luar biasa dan dapat kami manfaatkan dengan baik.

Learning From Home

Tidak terasa sudah 2 bulan lebih sejak pandemi covid-19 melanda dunia, yang sangat  berpengaruh besar pada dunia pendidikan. Sekolah- sekolah tidak dapat beroperasi seperti biasanya karena para siswa dan guru harus menjalankan social distancing sehingga kegiatan pembelajaran harus dilaksanakan dari rumah.

 

KB-TK Kristen Petra 13 juga berusaha mempertahankan roda pendidikan agar tetap berjalan. Supaya anak-anak tetap dapat belajar dan tidak ketinggalan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan perkembangan kemampuan mereka dalam berbagai aspek. Para guru berusaha keras menyajikan materi pembelajaran dengan berbagai metode yang dapat dilakukan oleh anak bersama orang tua di rumah. Baik melalui video yang dikirim melalui media sosial maupun lewat online classroom bersama siswa. Usaha ini tidak mudah dilakukan jika tidak disertai kemampuan dan kreativitas yang mumpuni, serta kerja sama yang baik antara pihak sekolah dengan orang tua siswa.

Para orang tua juga sangat mengapresiasi usaha para guru-guru yang dinilai begitu kreatif dan telah membuat berbagai materi pelajaran yang menarik dan mudah diikuti oleh anak dan orang tua di rumah. Testimoni mereka menyatakan bahwa mereka sangat berterima kasih pada guru-guru yang telah menyediakan berbagai  materi pelajaran untuk anak-anak mereka di rumah. Sehingga kemampuan moral, kognitif, motorik, serta seni mereka tetap berkembang.  Sekalipun belajar dari rumah, namun mereka merasa bahwa pendidikan tetap terlaksana dengan baik. Tentu saja kegiatan ini dapat meningkatkan kedekatan hubungan sosial antara orang tua dengan anak dan meningkatkan quality time bagi para orang tua yang selama ini terlalu sibuk bekerja dengan anak mereka.

Semoga pandemi covid-19 ini segera berakhir supaya pendidikan dapat berjalan normal kembali.  Anak-anak kembali dapat bersekolah dan bertemu dengan teman dan guru di lingkungan sekolah. Karena kemampuan sosial akan  lebih berkembang jika kita dapat bertemu fisik secara langsung.

I can make a rocket baloon

Rocket_baloon_2_1.jpgRocket_baloon_3.jpgRocket_baloon_5.jpgRocket_baloon_4.jpgRocket_baloon_2.jpgRocket_baloon_3_1.jpgRocket_baloon_1.jpgRocket_baloon_1_1.jpg

Sudah satu bulan lebih kami tidak masuk sekolah. Kami tidak dapat bertemu dengan guru di sekolahku TK Kristen Petra 13, tidak dapat bertemu dengan teman- teman, dan tidak dapat belajar bersama seperti biasanya. Ini semua karena virus covid-19 yang sedang mewabah di seluruh dunia. Kami semua tidak tidak bisa masuk sekolah karena harus menjaga jarak social. Katanya kami tidak boleh berdekatan satu sama lain dulu sampai keadaan sudah membaik.

Tapi aku tetap bisa belajar. Aku belajar bersama mama dan papa di rumah. Guruku mengirim kegiatan pelajaran melalui sosial media dan aku bisa mendengar dan melihat guruku menjelaskan kegiatan pelajaran setiap hari melalui video. Mamaku selalu membantuku untuk melakukan tugas sesuai arahan guruku. Kegiatan ini terasa berbeda karena semua kulakukan bersama mama atau papa di rumah. Biasanya kan, aku melakukannya bersama teman dan guru di sekolah.

Seperti  hari  ini,  Jumat,  17  April  2020,  kami  TK  kelompok  A  mendapat  tugas melakukan percobaan sains roket balon. Mama dan papa membantuku menyiapkan semua peralatannya. Ada balon, pomba, benang, isolasi, sedotan, penjepit, dan tidak lupa gambar roket. Kami mengikuti cara pembuatannya melalui video yang dikirimkan guruku. Aku tidak sabar membuatnya dan melihat hasil buatanku bersama papa dan mama.

Awalnya aku memompa balonnya lalu menempelnya pada sebuah  sedotan  yang digantung pada benang yang telah direntangkan. Kemudian aku menempelkan gambar roketku pada balonnya menggunakan isolasi. Lalu aku melepaskan penjepit balonnya dan roketku melesat seiring keluarnya udara dari dalam  balon.  Aku  bersorak dan bertepuk tangan bersama mama, sedangkan papa tertawa sambil merekam kegiatanku dengan hp-nya, yang nantinya akan dikirimkan pada   guruku.

Kami mencobanya berulang-ulang karena aku ingin tahu mengapa roketku bisa melesat. Kta guruku udara yang didalam balon berada dalam tekanan tinggi dan ingin melepaskan diri. Sehingga ketika aku membuka penutup balonnya, udaranya keluar dan roketku pun melesat jauh.

Thankyou miss, walaupun kita tidak bisa bertemu,  aku  masih  tetap  dapat belajar banyak hal. Besok aku tunggu kegiatan pelajaran berikutnnya  ya,  Miss. Semoga virus ini segera pergi, supaya kita bisa bertemu lagi.

Sikat Gigi Yang Benar

Hari Kamis, 12 Maret 2020 seluruh anak TK  A dan B mengikuti kegiatan menyikat gigi dengan cara yang benar. Awalnya dokter dan suster menayangkan sebuah video tentang anak yang malas menggosok gigi dan akhirnya giginya berlubang dan sakit. Videonya benar-benar menarik sehingga mampu menarik perhatian anak-anak.

IMG_20200305_100110.jpgIMG-20200323-WA0030.jpgIMG_20200305_100102.jpg

Setelah menyaksikan video, dokter gigipun menunjukkan cara menyikat gigi dengan cara yang benar menggunakan peraga. Sebelum mulai menggosok gigi, kita harus berkumur dulu menggunakan air minum, lalu menggosok gigi depan, belakang, kiri kanan dengan cara memutar. Jangan lupa menggunankan odol dan odolnya hanya sebesar biji kacang saja, tidak perlu banyak-banyak seperti yang di iklan. Setelah itu semua anak  melakukan kegiatan menggosok gigi bersama-sama sesuai arahan dari dokter gigi.

Semua anak mengikuti dengan gembira dan kini mereka telah memahami cara menggosok gigi dengan benar dan harus dilakukan 2 kali sehari, yaitu setelah makan pagi dan sebelum tidur malam.

Jangan lupa selalu dilakukan ya, dan sampaikan juga pada anggota keluarga di rumah. Pesan dokter dan diiyakan oleh anak- anak.

boost the values reap the success