A Wide and Enchanted Playing Area    

A Wide and Enchanted Playing Area

Fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar outdoor yang menyenangkan bagi siswa, seperti play center, kebun sekolah, taman lalu lintas, kolam air, bak pasir, dan taman sekolah.

Learning Experiences Outside the School    

Learning Experiences Outside the School

Memfasilitasi kegiatan belajar yang dikemas dalam bentuk kunjungan sebagai hal yang sangat diminati oleh anak, seperti kunjungan ke kebun binatang, taman flora, lanudal, pabrik es krim, toko buku Petra Togamas, dan masih banyak lagi.

Professional Teachers and Staffs    

Professional Teachers and Staffs

Tenaga pengajar yang profesional dan selalu mengikuti perkembangan zaman dengan berorientasi pada kurikulum plus (khas PPPK Petra), serta berbagai prestasi yang berhasil diraih hingga awal tahun 2016 ini.

Fun Learning    

Fun Learning

Model pembelajaran di luar kelas yang dikemas secara kreatif dan atraktif sehingga siswa memiliki semangat untuk belajar.

Petra’s Kids Love the Environment    

Petra’s Kids Love the Environment

Menanamkan kepada siswa untuk peduli terhadap lingkungan dengan berkebun, merawat tanaman di lingkungan sekolah, dan membuang sampah pada tempatnya.

Urban Plant    

Urban Plant

Menjadi ciri khas sekolah kami yang mengajarkan kepada siswa untuk menanam sendiri sayuran bebas pestisida dan tanaman lain yang biasa mereka konsumsi.

Practical Life Skill    

Practical Life Skill

Memandang bahwa keterampilan sehari-hari seperti memakai seragam dan sepatu sendiri, makan sendiri, melipat baju, memasak, membuat minuman, mencuci piring sebagai bentuk tanggung jawab yang harus diajarkan kepada siswa sejak dini.

Mini Traffic Park    

Mini Traffic Park

Fasilitas penunjang pembelajaran yang dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas, marka jalan, sepeda mini, dan mobil-mobilan yang membuat belajar jadi lebih menyenangkan.

Let’s Move to Healthy Lifestyle    

Let’s Move to Healthy Lifestyle

Mengajak siswa untuk peduli terhadap kesehatan diri sendiri dengan kegiatan jalan sehat, senam pagi, makan sayur, dan buah-buahan.

Playing Sand is Very Exciting    

Playing Sand is Very Exciting

Bak pasir yang dilengkapi dengan alat berkebun, alat untuk mencetak pasir, dan binatang-binatang plastik sebagai media eksplorasi untuk menuangkan imajinasi siswa.

My Second Home    

My Second Home

Ramah, hangat, dan selalu ada untuk mendengarkan keluh kesah siswa merupakan nilai yang kami junjung tinggi sehingga siswa merasa homey.

Petra 13 Pre-School and Kindergarten Building    

Petra 13 Pre-School and Kindergarten Building

Lahan seluas ± 3.000 meter persegi sebagai tempat berlangsungnya proses belajar mengajar dan bermain.

Frontpage Slideshow | Copyright © 2006-2012 JoomlaWorks Ltd.
| |

Model Pembelajaran Sentra

Model_Pembelajaran_Sentra_1.jpgModel_Pembelajaran_Sentra_2.JPGModel_Pembelajaran_Sentra_3.jpgModel_Pembelajaran_Sentra_5.jpg

Model pembelajaran Sentra merupakan model pembelajaran yang menitikberatkan pada sentra bermain dalam pembelajaran, yaitu area kegiatan yang dirancang di dalam atau di luar kelas, berisi berbagai kegiatan bermain dengan bahan-bahan yang dibutuhkan dan disusun berdasarkan kemampuan anak, serta sesuai dengan tema yang dikembangkan dan telah dirancang terlebih dahulu. Dalam model pembelajaran Sentra, anak diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya, dan menyelesaikan hasil karyanya hingga tuntas. Anak diperbolehkan memilih kegiatan yang menarik baginya dan akhirnya akan menjadikan anak sebagai pembelajar yang aktif dan interaktif. Hari ini, siswa-siswi TK Kristen Petra 13 mengikuti kegiatan Sentra Balok, di mana anak dapat mengembangkan ide kreatif dalam menyusun balok-balok menjadi bentuk bangunan konstruktif. Selain itu, terdapat pula Sentra Bahan Alam yang memberikan pengalaman pada anak untuk bereksplorasi dengan berbagai materi yang diambil dari alam sekitar. Semua kegiatan bermain diarahkan untuk mencapai target yang disesuaikan dengan kemampuan dengan minat anak (students oriented). 

Wow... They Can Grow!

IMG-20190223-WA0015.jpgIMG-20190223-WA0016.jpgIMG_20190208_112123.jpgIMG_20190208_112615.jpgIMG_20190212_110428.jpgIMG_20190215_120538.jpgIMG_20190215_120700.jpgIMG_20190215_121138.jpg

Hari Kamis, tanggal 7 Februari 2019, aku dan teman-teman kelompok A dari TK Kristen Petra 13 belajar di sentra bahan alam. Minggu ini, temanya adalah pekerjaan, dan kami belajar tentang petani. Setelah mengenal tentang profesi petani dan produk yang dihasilkannya, kami juga belajar tentang cara menanam benih supaya tumbuh subur dan menghasilkan buah yang baik. Yang paling menarik adalah saat kami belajar menanam kacang hijau. Bahannya sangat sederhana dan mudah didapat, yaitu: biji kacang hijau, gelas air mineral, kapas, dan air.

Awalnya ibu guru menjelaskan tentang proses pertumbuhan kacang hijau melalui tayangan video. Aku terperangah, kok bisa tumbuh, ya? Pertanyaan itu selalu ada di benakku. Kemudian, kami menanam biji kacang hijau. Kami menggunakan kapas sebagai media pengganti tanah, lalu disiram sedikit air hingga kapasnya basah. Setelah itu, biji kacang hijau dimasukkan ke dalam gelas. Kami lalu meletakkan gelas itu di tempat yang terkena sinar matahari. Kata ibu guru, tumbuhan membutuhkan sinar matahari supaya bisa tumbuh. Dan kami berdoa kepada Tuhan supaya Tuhan menumbuhkan tanaman kami. Kami juga harus sabar menunggu sampai biji-biji itu tumbuh.
Kami mengamati proses pertumbuhannya setiap hari. Hari pertama, biji kacang hijau itu sudah pecah dan keluar sebuah tanaman kecil dari dalamnya. Aku semakin penasaran... kapan dia akan bertumbuh semakin tinggi. Dan benar saja, setelah kami rawat beberapa hari, kacang hijau kami sudah tumbuh besar dan tinggi. Wow... they can grow! Aku sangat senang dan bangga melihat tanamanku yang telah tumbuh besar. Dan yang lebih menyenangkan, ibu guru mengizinkan kami membawa tanaman itu ke rumah untuk ditunjukkan kepada mama dan papa. Dengan antusias, aku menceritakan proses pertumbuhannya kepada mereka. Aku yang menanam, tetapi Tuhan yang menumbuhkan.

 

English and Mandarin Are Fun

English_and_Mandarin_Are_Fun_1.JPGEnglish_and_Mandarin_Are_Fun_2.JPGEnglish_and_Mandarin_Are_Fun_4.JPGEnglish_and_Mandarin_Are_Fun_5.JPG

Bahasa Inggris dan Mandarin sudah bukan merupakan hal asing lagi bagi “kids jaman now”. Mengajarkan bahasa tidak selalu harus dilakukan dengan metode flashcard, seperti yang selama ini kita anggap sebagai cara paling mudah untuk mengajarkan bahasa kepada anak. Bahasa dapat diajarkan melalui pembiasaan atau pengulangan dengan metode belajar yang bervariasi. Seperti yang dilakukan oleh siswa-siswi TK Kristen Petra 13 kelompok A berikut. Alih-alih menggunakan flashcard yang malah membuat anak bosan karena merasa harus menghafal, anak diajak untuk bernyanyi, membuat gerakan, melakukan unjuk kerja, menonton video, dan mengikuti kegiatan yang dikemas dalam bentuk permainan. If they cannot learn the way we teach, maybe we should teach the way they learn.

Papa, Mama, I Can Cook Chicken Soup

Papa-Mama-I-can-cook-chicken-soup-1.jpgPapa-Mama-I-can-cook-chicken-soup-2.jpgPapa-Mama-I-can-cook-chicken-soup-3.jpg

Hari ini, ibu guru mengajak kami siswa-siswi KB B untuk membuat sup ayam. Asiiiikk… sudah lama kami ingin sekali memasak. Setelah ibu guru menjelaskan tentang manfaat sayuran dan bahan-bahan apa saja yang diperlukan untuk membuat sup ayam, kami pergi ke ruang makan untuk segera praktik. Pertama-tama kami mencuci sayuran dan memotong sosis, kemudian kami memasukkan semua bahan yang sudah disiapkan ke dalam kuah kaldu yang sudah mendidih. Ibu guru juga memberitahu kami bumbu-bumbu yang biasa digunakan untuk memasak sup ayam. Hmm… aromanya sedap sekali!

Selain bisa menikmati lezatnya sup ayam, kami jadi tahu cara membuat sup ayam sendiri.

The Happiness of Making Handicrafts

IMG20160826121249.jpgIMG20160916082245.jpgIMG20160916082621.jpgIMG20160916083310.jpg

Orang tua mana yang tidak bangga melihat anaknya kreatif dan dapat memanfaatkan benda-benda untuk membuat kerajinan tangan? Itulah yang kami lakukan hari ini bersama teman-teman di sekolah. Kami membuat berbagai macam prakarya yang terbuat dari barang-barang bekas. Selain mempercantik ruangan, membuat prakarya juga mengajarkan kepada kami untuk mampu mengekspresikan ide-ide kreatif ke dalam beraneka ragam hasil karya. Ibu guru mengajarkan cara membuat miniatur binatang dari gelas kopi, gantungan kunci dari kain felt, domba-domba mungil dari botol minuman dan kapas, serta hiasan dinding yang berwarna-warni. Hasil karya tersebut juga boleh kami bawa pulang lho untuk ditunjukkan kepada Papa Mama atau diajarkan kepada adik. Buat lagi aaah….

boost the values reap the success